Selasa, 20 Oktober 2009
Kopi Oplosan

Ternyata tidak minuman keras saja yang bisa dioplos. Kopi susu instan juga enak disajikan dengan cara dioplos dengan kopi hitam plus gula. Ini menjadi kebiasaan baru saya sejak beberapa bulan ini. Setiap pagi setelah memimpin rapat proyeksi, saya sempatkan sebentar ke pantry. Membawa satu sachet kopi susu instan. Lalu kopi hitan, gula dan gelas besar. Soalnya ngopi sambil kerja memeras pikiran tidak puas kalau hanya minum kopi di gelas atau cangkir kecil.

Nah karena satu sachet idealnya hanya untuk cangkir kecil, saya pun punya ide untuk mengoplos kopi tersebut supaya ada sensasi rasa berbeda. Begini racikannya: 1 kopi susu instan sachet + satu sendok gula + ¾ sendok kopi hitam. Lalu diseduh dengan air panas. Jadinya seperti yang ada dalam gambar. Kalau soal rasa, yang namanya oplosan ya setengah rasa kopi susu tapi agak pahit seperti kopi hitam. Satu gelas besar, cukuplah untuk menemani kerja sampai sore.

posted by badri @ 20:59   1 comments
Minggu, 03 Februari 2008
Sensasi Kopi Joss Jogja
Kalau kebetulan para kopiers jalan-jalan ke Jogjakarta, jangan lewatkan sensasi ngopi yang lain dari biasanya. Para kopiers sering menyebutnya “kopi joss” atau “kopi areng”. Hampir semua penikmat kopi di kota Jogja mengenal istilah tersebut, sebab tempatnya memang asyik. Berbagai kalangan dari seniman, pejabat, mahasiswa, hingga tukang becak punya hobi nongkrong di tempat itu. Saya sendiri beberapa kali menyempatkan diri menyeruput kopi joss setiap singgah ke Jogjakarta.


Warung kopi yang merakyat tersebut terletak di dekat Stasiun Tugu, agak ke timur dan persis di utara rel kereta. Kalau dari Tugu jogja, terus aja ke selatan. Menjelang rel ada gang kecil kanan jalan, ada beberapa warung lesehan yang dipenuhi orang, itulah warung kopi joss. Tempatnya sederhana tetapi bikin betah. Sesekali seniman jalanan jogja mengiringi seruputan kopi kita dengan lagu-lagunya yang khas.


Tempatnya tidaklah mewah, hanya beberapa gerobak angkringan, plus beberapa lembar kitar lusuh yang dijejer di trotoar. Tapi sekali kesana pasti ingin datang lagi. Kalau malam minggu, harap sabar kalau tidak kebagian tempat duduk atau tempat parkir. Sebab begitu malam tiba, ratusan orang segera memenuhi tempat itu. Praktis jalan sempit itu dipenuhi sepeda motor dan mobil yang diparkir berjejer.


Trade mark tempat itu adalah kopi areng atau kopi joss. Kopi hitam yang diberi areng panas membara, sehingga ketika dimasukkan berbunyi “joss”. Areng tersebut mengapung di permukaan gelas kopi ukuran besar. Aromanya kemudian menyatu dengan aroma kopi. Sebuah sensasi luar biasa yang tidak ada di Starbuck atau kedai-kedai kopi mewah lainnya.


Selain kopi joss, saya juga pernah mencoba susu areng dan teh areng. Tetapi tetap saja paling enak kopi areng. Untuk menemani sensai ngopi di tempat tersebut, seperti umumnya angkringan, di sana juga terdapat nasi kucing dan berbagai macam gorengan, juga sate jeroan ayam. Kita boleh berlama-lama di tempat tersebut, sambil ngobrol atau apa saja. Untuk tempat kencan juga boleh.


Tidak perlu takut sakit perut karena efek dari areng yang dijual dengan harga sekitar 2000 rupiah tersebut. Konon, minuman kopi areng sudah dikenal sejak jaman dahulu. Bahkan raja-raja juga menyukai kopi areng, yang katanya bisa menjadi antioksidan penyerap racun. Tidak percaya? Datang saja ke Jogja.***

posted by badri @ 21:45   0 comments
Kopi Menjaga Daya Ingat
Daya ingat biasanya bakal memudar seiring dengan bertambahnya usia. Tapi bukan berarti hal itu tidak bisa dicegah. Salah satunya dengan rajin minum kopi. Sebuah penelitian yang dilakukan sekelompok peneliti Prancis menunjukkan kafein yang dikandung kopi mampu menjaga kemampuan kognitif—termasuk kemampuan mengingat—pada perempuan usia lanjut. Dengan kata lain, kopi bisa mencegah seseorang jadi pelupa.

Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology edisi Agustus, diketahui bahwa peluang perempuan berusia 65 tahun untuk mengalami penurunan daya ingat berkurang 30 persen bila dia rutin minum tiga cangkir kopi atau lebih dalam sehari. Bahkan efek positif kebiasaan minum kopi ini makin terlihat pada perempuan berusia 80 tahun ke atas. Tiga cangkir kopi sehari bisa menurunkan risiko kehilangan daya ingat hingga 70 persen.

Bagaimana dengan teh yang juga mengandung kafein? Karen Ritchie dari French National Institute for Health and Medical Research mengatakan, teh juga punya khasiat serupa. ”Tapi jumlah yang diminum harus lebih banyak, yakni enam cangkir sehari,” katanya. Dia menambahkan, kafein membantu mengurangi kadar satu jenis protein yang disebut beta amyloid. Akumulasi protein ini disinyalir berperan dalam proses terjadinya penyakit alzheimer maupun penurunan daya ingat alias kepikunan.

Uniknya, khasiat kafein ternyata cuma dirasakan kaum perempuan. Soal ini Ritchie punya hipotesis tersendiri. Kemungkinan proses metabolisasi kafein dalam tubuh perempuan berbeda dengan pria. ”Atau bisa juga khasiat kafein ini baru muncul setelah berinteraksi dengan hormon estrogen dan progesteron yang dimiliki perempuan,” katanya.

sumber: zxbakri/ www.acehforum.or.id
posted by badri @ 19:09   1 comments
Kopi Bikin Sperma Makin Lincah
Kopi, si hitam peredam kantuk kembali membuktikan sebagai minuman kaya khasiat, jika dalam penelitian sebelumnya dekafein, salah satu kandungan kopi, bisa mengurangi resiko diabetes, memperlancar peredaran darah dan menghilangkan pusing, ternyata kopi juga bisa membuat sperma bisa berenang lebih cepat dan merangsang kesuburan pria.

Sebuah studi yang dilakukan kelompok peneliti dari Universitas Sao Paulo, Brasil menyebutkan pria yang rutin minum secangkir kopi setiap paginya memiliki sperma yang mampu berenang lebih lincah dibanding pria yang tak pernah minum kopi di pagi hari.

Mereka meneliti 750 pria yang akan melakukan vasektomi dan membaginya dalam empat kelompok berdasarkan jumlah kopi yang mereka konsumsi, yakni: mereka yang tak minum kopi, peminum kopi ringan (antara satu sampai tiga cangkir kopi per hari), peminum kopi sedang (antara empat-enam cangkir per hari) dan peminum kopi berat (lebih dari enam cangkir per hari). Penelitian ini menggunakan ukuran skala cangkir 100ml.

Hasilnya, mereka yang mengkonsumsi kopi secara rutin setiap harinya memiliki kualitas sperma yang jauh lebih sehat dibanding yang tak mengkonsumsi kopi.

Kandungan kafein dalam kopi membantu sperma mampu berenang lebih cepat selain membantu memperbaiki sample sperma dalam proses IVF (in-vitro fertilisation), metode pembuahan di luar rahim.

Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam Jurnal hasil konferensi American Society for Reproductive Medicine, di San Antonio.

Sementara dalam penelitian terpisah yang dilakukan State University of New York, Buffalo menuebutkan kopi masih jauh lebih baik dari ganja yang terbukti memperpendek umur sperma, gangguan ereksi dan berpotensi mengurangi kesuburan secara signifikan. (menshealth/rit)

Sumber: KapanLagi.com, http://www.indonesiaindonesia.com
posted by badri @ 19:06   0 comments
Selasa, 08 Januari 2008
"Starblack" dan Kopi Aceh

Tradisi minum kopi dikenal di banyak masyarakat di berbagai negara. Tetapi, barangkali hanya ditemukan di Aceh, entah di kota maupun desa, sejak subuh hingga tengah malam warga silih berganti ke kedai kopi.

Di desa, sejak dulu orang biasa ke kedai kopi setelah shalat subuh," kata Sulaiman Tripa, peneliti budaya dan penulis beberapa buku di Banda Aceh. Sulaiman sendiri pernah bekerja di kedai kopi kakaknya di Trieng Gading, Pidie, saat masih duduk di bangku SLTP.

Masalah kemudian muncul. Beberapa waktu lalu Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf, yang juga "pengunjung" kedai kopi, sempat gusar karena banyak pegawai negeri tidak di tempat ketika jam kerja. Ia melakukan "sweeping" ke kedai kopi favorit pejabat di Banda Aceh. Sejak itu orang berseragam pegawai negeri gerah duduk di kedai kopi.

Kedai kopi juga mengundang masalah rumah tangga. "Sarapan yang disediakan istri kerap tidak disentuh. Banyak suami memilih sarapan di kedai kopi," kata Tarmizi, pengusaha kedai kopi di dekat Bandara Blang Bintang, Aceh Besar.

Berubah fungsi

Menurut Sulaiman, fungsi kedai kopi telah berubah dari tempat minum kopi menjadi sejenis ruang sosial, tempat tukar-menukar informasi.

Pendapat senada dikemukakan Teuku Kemal Fasya, antropolog di Universitas Malikussaleh, Lhok Seumawe. Di kedai kopi tersedia jawaban atas hal-hal yang tidak terselesaikan melalui jalur formal.

Di kedai kopi, warga berbincang mengenai masalah keluarga, politik lokal, nasional, dan isu yang sedang hangat dalam sorotan pers. Pergantian pejabat kerap lebih dulu terdengar di kedai kopi, termasuk skandal pejabat.

Sosok kedai kopi itu sendiri mungkin akan mengejutkan mereka yang belum pernah ke Aceh. Di Banda Aceh, ratusan manusia berjubel di beberapa kedai kopi favorit. Kendaraan roda dua dan empat diparkir memanjang seperti di kompleks pertokoan.

Kedai kopi umumnya berada di sebuah atau beberapa ruko. Ada pula yang berbentuk warung seperti di Jawa. Dapat dibayangkan ketika ruangan sempit tersebut dijejali manusia pada tengah hari yang terik. Ditambah lagi asap rokok. Tetapi, semakin berjubel manusia justru semakin menarik minat pelanggan.

"Di kedai kopi orang dapat bertemu segala rupa dan jabatan manusia. Gubernur, bupati, wali kota, anggota DPRD, pengusaha, kontraktor, guru, ulama, bahkan pengangguran," ujar Kemal Fasya. Lebih mudah menemui pejabat atau pengusaha di kedai kopi ketimbang di kantornya. "Pertemuan di kedai kopi membuka jalan bagi langkah selanjutnya."

Suasana ini sulit ditemukan di daerah lain. Di Jawa, misalnya, jangankan gubernur atau bupati, seorang pejabat eselon II atau III di daerah pastilah enggan duduk di kedai kopi bersama warga biasa atau penganggur karena dianggap dapat mencederai wibawa korps pegawai negeri.

Pelepas stres

Lebih seru komentar yang terbetik di dunia maya seputar keberadaan kedai-kedai kopi khas Aceh ini.

Seorang blogger, Dudi Gurnadi dan teman-teman misalnya. Ia memelesetkan "warkop" di Aceh ini dengan sebutan "Starblack".

Kata Starblack merupakan kata plesetan dari warung kopi internasional yang saat ini merambah di berbagai belahan dunia, Starbucks. Warna hitam kopi di kedai-kedai Aceh, serta cita rasa yang tersendiri, membuat kopi Aceh cocok disebut oleh blogger ini sebagai Starblack.

Blogger lain menyatakan, kedai kopi di Aceh juga menjadi semacam tempat dugem (dunia gemerlap). Tiadanya tempat hiburan di Aceh seperti di ibu kota, diskotek, bioskop, ataupun kelab malam yang menyuguhkan musik hidup lengkap dengan hiburan-hiburannya, membuat kedai kopi Aceh sebagai salah satu "tempat hiburan" yang menyenangkan bagi orang-orang Aceh.

Nia (29), misalnya. Pekerja kemanusiaan di salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berafiliasi dengan pemerintahan Amerika Serikat ini mengaku ingin pergi ke Nanggroe Aceh Darussalam karena kangen kongko-kongko dengan teman-teman koleganya di kedai kopi Aceh. Entah di kedai Ayah-Solong, Ulee Kareng, atau di Warkop Chek Yukee, di Jalan Pinggir Kali, Banda Aceh.

Lain lagi dengan kalangan kampus ini. "Ketika tiba di kedai kopi, hal pertama yang kami lakukan membaca koran lokal," ujar seorang mantan aktivis mahasiswa. Setelah itu, dimulai pembahasan isu menarik dalam koran tersebut. Masing-masing punya pendapat dan kerap tidak masuk akal. "Maka, kami menyebut ke kedai kopi itu meng-update fitnah," ujarnya.

"Masalah apa saja dapat diselesaikan di kedai kopi," ujar Tarmiji (42), pengusaha kedai kopi Pak Geuchik, di dekat Bandara Blang Bintang, Aceh Besar. Ia merujuk Jamil, kontraktor gurem, yang ikut berbincang saat itu. Ketika membutuhkan tenaga tukang bangunan, Jamil cukup menyebarkan informasi di kedai kopi. Esoknya beberapa tukang menemui Jamil di kedai yang sama.

Ketika darurat militer masih diberlakukan, bencana mulai menimpa mereka yang masih nekat ke kedai kopi. Apalagi kedai kopi merupakan salah satu target sweeping aparat keamanan.

Mereka yang dicurigai identitasnya diangkut ke markas militer atau Polri. Di Teupian Raya, beberapa tahun lalu, aparat keamanan membakar kedai kopi setelah sebuah bom meledak dekat jembatan dan menewaskan tiga anggota pasukan Siliwangi. Kedai yang merupakan satu-satunya bangunan dekat lokasi kejadian dicurigai sebagai pos pengendalian serangan bom itu.

Teungku Yahya, penasihat Teungku Abdullah Syafei, panglima perang Gerakan Aceh Merdeka (GAM), harus menukar keinginan duduk di kedai kopi di Pidie dengan nyawanya. Aparat keamanan ternyata sudah mengetahui rute favorit gerilyawan GAM. Teungku Yahya pun tewas kena peluru aparat.

Perubahan

Suasana kedai adalah salah satu kunci sukses bisnis kedai kopi di Aceh. Kedai kopi milik H Nawawi di Ulee Kareng, Solong Banda Aceh, misalnya. Kedainya selalu ramai, bahkan sering pengunjung berdesak-desakan duduk di kedainya.

Keributan? Tidak juga pernah terjadi keributan maupun keluhan. Padahal, setiap hari rata-rata 2.500 orang minum kopi di kedai Nawawi yang dilayani 13 karyawan itu.

Di Ulee Kareng, harga secangkir kopi biasa Rp 3.500 dan kopi susu Rp 6.000. Berarti, setiap hari ada perputaran uang sekitar Rp 10 juta.

Hebatnya lagi, harga di kedai-kedai kopi ini juga bisa menjadi semacam "indikator ekonomi" di Aceh.

"Sebelum tsunami (2004), penghasilan Rp 20.000 per hari dapat memenuhi kebutuhan hidup. Harga secangkir kopi hanya Rp 1.000. Sekarang penghasilan Rp 50.000 tidak cukup. Harga secangkir kopi sudah Rp 2.500," ujar Ramond. Ramond (64) adalah seorang pengemudi becak bermotor yang kerap mangkal di depan Hotel Sultan, Banda Aceh.

Di sana, harga secangkir kopi lebih dipercaya sebagai indikator baik-buruknya keadaan ekonomi. Kenaikan harga BBM atau kebijakan makro lain adalah hal berikut. Di sini, ke kedai kopi adalah bagian dari irama kehidupan dan dianggap menyangkut "hak asasi manusia".

Sumber: Maruli Tobing & Mahdi Muhammad (Kompas, Minggu, 02 Desember 2007)

posted by badri @ 23:34   0 comments
Rabu, 22 Agustus 2007
Cara Tepat Minum Kopi


Sejak beberapa tahun lalu, masyarakat terutama di kota besar di Indonesia mulai dijangkiti wabah minum kopi dan teh di luar rumah.


Kedai-kedai kopi dan teh yang cukup mewah makin banyak bermunculan. Sebut saja "Bakoel Koffee", "Mister Bean Coffee" hingga "Starbucks, The Coffee Bean & Tea Leaf." Saat ini, peminum kopi (belum sampai tahap penikmat) memang masih lebih banyak dibandingkan peminum teh.

Pengunjung kedai kopi memang makin banyak, tapi cara minumnya kebanyakan masih keliru. "Cara minum kopi dan teh orang Indonesia memang masih salah. Kita sering senyum-senyum sendiri melihat mereka minum," ujar Robby Sabaruddin Roestam, Manajer Pemasaran "The Coffee Bean & Tea Leaf".

Umumnya mereka masih membubuhkan begitu banyak gula ke dalam kopi atau teh. Padahal, penambahan gula justru akan mengurangi cita rasa kopi maupun teh. Hal itu menurut Tattie Salas Honosutomo, memang berkait erat dengan selera individu.

Penggunaan gula boleh saja, tapi sebaiknya tidak terlalu banyak. "Kalau tidak ditambah gula memang terasa pahit. Jadi gula bisa ditambahkan, tapi sedikit saja. Supaya tidak terlalu pahit, bisa pula ditambahkan krim atau susu," terang perempuan yang bisa menghabiskan 10 cangkir kopi sehari.

Rasa pahit yang ditimbulkan kopi sebenarnya tidak lama. "Kopi yang bagus dalam roasting-nya, rasa pahitnya hanya 15 detik dalam tenggorokan. Setelah itu akan hilang," jelas Robby, yang sudah menjadi penikmat teh ini. Itu sebabnya, minum kopi biasanya akan dilengkapi dengan kue.

Cara minum kopi maupun teh yang tepat juga tidak seperti yang banyak terjadi saat ini. "Tidak asal teguk begitu," ujar Robby maupun Tattie. Menurut mereka, minum kopi dan teh yang benar sama caranya dengan minum anggur. Pertama kali adalah mencium aromanya. Kemudian saat diminum tidak langsung ditelan, tapi dikulum terlebih dahulu untuk dikecap.

"Dari sini akan terasa body dari teh atau kopi, mulai dari keharuman sampai keasamannya," ujar Robby sambil mempraktikkan cara minum teh. Karena caranya seperti itu, para penikmat kopi tidak pernah merokok. "Kalau mulut serta hidung sudah penuh dengan nikotin, bagaimana bisa mendeteksi kopi yang enak?" ujarnya.

Selain itu, roasting (pemasakan biji kopi semacam proses sangrai) juga akan mempengaruhi bagus tidaknya kopi. Yang bagus adalah biji kopi yang sudah disangrai langsung digiling untuk kemudian diproses, entah menggunakan perculator ataupun coffee maker.

Di kedai kopi "The Coffee Bean & Tea Leaf" misalnya, membuat kopi dengan cara steam. Melalui mesin yang diberi nama Michael Angelo, uap panas akan disemprotkan ke kopi sehingga akan muncul ekstrak yang disebut espresso. Minum espresso bisa membuat denyut jantung naik, karena ini memang biangnya kopi. Mereka yang tidak tahan pahit biasanya akan memberi tambahan susu. "Kalau diberi susu atau latte, jadi macchiato. Kalau diberi air panas jadi americano," terangnya.

Kalaupun ada yang sensitif dengan kafein, bisa mencoba yang kadar kafeinnya sudah berkurang (decaf). "Biasanya tinggal 20 persen," ujar Robby. Namun, ada juga yang nyaris tidak berkafein. "Kalau minum kopi tapi nggak ada kafein, ya bukan kopi namanya," tambah Tattie.

Tingkat Aman Konsumsi Kafein
Secara umum, konsumsi kafein yang aman kurang dari 300 mg setiap hari. Ini setara dengan :
3-4 cangkir kopi giling
5 cangkir kopi instan
5 cangkir the
6 minuman berkola
10 tablet obat pereda rasa nyeri

Sebuah penelitian yang dilakukan di London menunjukkan bahwa konsumsi kafein rata-rata sekitar 428 mg per hari, dengan kisaran 230 mg - 670 mg. Konsumsi kafein umumnya digolongkan menjadi tiga bagian

Pengguna rendah bila konsumsi kurang dari 200 mg per hari.
Pengguna sedang dengan konsumsi 200-400 mg per hari.
Pengguna tinggi bila konsumsi kafein lebih dari 400 mg per hari.
Hati-Hati Bila Sudah Sakit

Bagaimanapun juga, konsumsi kafein, terutama dari kopi, bisa menimbulkan masalah pada orang yang sudah mengidap penyakit seperti berikut :
Orang dengan tukak lambung. Kafein dapat meningkatkan kadar asam dalam lambung. Kondisi ini akan membuat tukak semakin parah dan memperlambat proses penyembuhan. Jadi sebaiknya orang dengan tukak lambung tidak minum kopi. Konsumsi teh masih diperbolehkan.
Orang dengan hipertensi. Kafein dapat melebarkan pembuluh darah, sehingga bisa meningkatkan tekanan darah yang sudah tinggi.
Orang dengan penyakit jantung. Kafein akan membuat detak nadi semakin cepat.

Sumber: (gizi.net, kompas.com)
posted by badri @ 02:09   1 comments
Manfaat Kopi


Berikut beberapa point dan manfaat dari secangkir minuman yang bernama kopi, yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber :

  • Delapan puluh persen orang dewasa di dunia minum kopi sedikitnya sekali sehari. Wow, saya banyak temannya! ;)
  • Kafein yang terkandung didalam kopi adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf. Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai trimetilsantin. Selain pada kopi, kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh, cola, coklat, minuman berenergi (energy drink), cokelat, maupun obat-obatan.
  • Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat. Cobalah mengkonsumsi kopi atau teh 15 menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi pada atasan. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan, karena kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak.
  • Kafein mencegah gigi berlubang. Cobalah untuk meminum secangkir kopi hangat atau teh hangat sesaat setelah Anda mengkonsumsi cookies, cake coklat yang lezat, permen rasa buah atau sepotong roti manis. Joe Vinson, Ph.D., dari University of Scranton menjelaskan bahwa kafein yang terdapat dalam minuman ini ternyata sangat tangguh memberantas bakteri penyebab gigi berlubang.
  • Kafein mengurangi derita sakit kepala. Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala. Menurut Seimur Diamond, M.D., dari Chicago’s Diamond Headache Clinic. Penderita migrain dalam kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat atau secangkir black tea. Jadi, sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit kepala Anda dengan minuman berkafein.
  • Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru.
  • Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah, bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama, di perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama.
  • Kafein bisa meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar dan energik.
  • Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga, rangsangan, mood dan konsentrasi. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein.
  • Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA.
  • Kafein juga melindungi jantung dan kanker.
  • Untuk mengurangi risiko pengidapan diabetes mulailah meminum kopi. Seseorang yang minum kopi lebih dari enam cangkir sehari berisiko rendah terserang diabetes dibanding dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali. Demikian simpulan sebuah riset skala besar yang dilakukan pada 80 ribu orang selama 18 tahun di AS.
  • Parkinson jarang ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur. Sebuah riset menyimpulkan penyakit ini justru ditemukan pada pria yang tidak minum kopi tiga kali lebih banyak daripada pria penikmat kopi.
  • Minum kopi membuat sperma “berenang” lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan pria. Hal ini diumumkan para ilmuwan Brasil dalam pertemuan “American Society for Reproductive Medicine” di San Antonio, dimana pembicaraan utama berkisar pada efek obat-obatan terhadap kesuburankaum adam.

Banyak bukan manfaatnya? Jadi mengapa anda tidak mulai mengawali hari-hari anda dengan secangkir kopi?

(sumber: http://epat.songolimo.net)

posted by badri @ 01:55   13 comments
MENU
RAK
RUANG NGOPI
WISATA KULINER
PEMILIK WAROENG
OBROLAN TAMU

BUKU KOPI